Showing posts with label jakarta banjir. Show all posts
Showing posts with label jakarta banjir. Show all posts

Thursday, February 21, 2013

Hati-hati, Jumat Ini Jakarta Diguyur Hujan Seharian

berita jakarta
gmbr: ilustrasi berita jakarta
Hati-hati, Jumat Ini Jakarta Diguyur Hujan Seharian

BERITA JAKARTA- Seluruh wilayah Jakarta, beserta kawasan satelit diperkirakan akan diguyur hujan seharian. Hal itu seperti yang dilansir dari situs formal Badan Meteorologi Klimatologi daran Geofisika (BMKG), Jumat (22/2/2013).

Untuk wilayah Jakarta Utara, hujan diprediksi akan mengguyur dengan intensitas berlainan. Hujan dengan intensitas sedang diprediksi akan turun di pagi hari. Kemudian menjelang sore intensitas hujan meningkat menjabat sedang. Pada malam hari, intensitas hujan turun menjabat ringan.

Wilayah Jakarta Pusat juga bisa dirundung hujan. BMKG memperkirakan, hujan di wilayah ini, pada pagi hari dengan intensitas ringan dan intensitas sedang menjelang sore. Sedangkan di malam hari, intensitas hujan turun menjadi place ringan.

Wilayah Jakarta Selatan, Timur daran Barat, juga diperkirakan hujan. Hujan melalui intensitas ringan akan mengguyur rata ketiga wilayah tadi. Menjelang sore intensitas hujan meningkat menjadi level sedang. Sedangkan di malam hari, intensitas hujan turun ke place ringan

Wilayah satelit Jakarta juga bisa diperkirakan turun hujan yakni Tangerang, Bogor daran Depok. Diperkirakan hujan akan turun pada pagi hari melalui intensitas ringan. Menjelang sore hujan meningkat dengan intensitas sedang.

Sedangkan di Bekasi, BMKG memprediksi sebatas akan berawan pada pagi hari, namun menjelang sore daran malam, intensitas hujan diperkirakan dengan place ringan. Sementara wilayah Kepulauan Seribu, satu hari penuh, hujan diprediksi akan turun dengan intensitas ringan

SUMBER

Thursday, February 14, 2013

Banjir di cileduk indah 1 mulai surut

Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

Berita jakata populer. Perumahan cileduk indah 1 kec karang tengah kota tangerang yang terkana banjir semenjak malam tadi mulai surut.

Para warga saat ini sedang membersihkan rumah mereka dari genangan lumpur

Warga sedikit lega dan sudah beraktivitas seperti biasa.Kondisi air tinggal semata kaki orang dewasa dan ruas jalan masih terendam.

Akses jalan masih macet .Sebelumnya diberitakan, Kali Angke meluap pada kemarin, Kamis (14/2/2013). Perumahan Ciledug Indah I kebanjiran hingga 1,5 meter. Sekira 1.200 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Thursday, January 24, 2013

Jakarta prepares

Jakarta prepares to move squatters to allow for flood-prevention work

Seasonal work: Two men clean their neighborhood that is inundated with mud in Kampung Pulo, Kampung Melayu, East Jakarta, on Thursday. Kampung Pulo residents have refused to be relocated by the city administration without receiving compensation for their homes. (JP/Ricky Yudhistira)Seasonal work: Two men clean their neighborhood that is inundated with mud in Kampung Pulo, Kampung Melayu, East Jakarta, on Thursday. Kampung Pulo residents have refused to be relocated by the city administration without receiving compensation for their homes. (JP/Ricky Yudhistira)
The Jakarta administration is shifting gear in its efforts to mitigate the capital’s perpetual flooding problem.

Efforts include the relocation of squatters from riverbanks and embankment areas as part of the city’s massive dredging project.

In a meeting with five mayors, 26 district and 75 subdistrict administration heads, Governor Joko “Jokowi” Widodo on Wednesday asked for assessments of each area, as well as requiring his subordinates to point out the challenges involved in relocating the squatters.

“We have to work fast. I call on all the authorities to use a softly-softly approach when relocating citizens [from riverbanks and embankment areas],” Jokowi said during the meeting at City Hall.

“We should do it nicely: using dialogue to explain to them that living on the riverbanks is a violation of the bylaws, and so on.”

The governor added that he would lend a hand to his subordinates if the suggestive approach did not work.

“If it becomes too burdensome, let me know. If I have to see it to myself, I’ll go,” he said.

“We need to start disseminating information about the relocation so we can start moving them in April or May. We have lots of things to prepare,” he added.

The urge to work fast was supported by the subordinates, who agreed that it was high time to carry out the plan.

“This is the perfect moment to start informing the residents affected by the floods about the relocation,” East Jakarta mayor HR Krisdianto said.

“They are traumatized by the floods so it is likely that they will easily accept the idea of relocating.”

He added that “we can start disseminating the plan as early as February.”

Jokowi has announced the administration’s plan to normalize 13 rivers running through the city, as well as dredging all dams and lakes in the capital after most areas of the capital were inundated by floodwaters last week.

This year, the administration will focus on the first four rivers: Ciliwung, Pesanggrahan, Angke and Sunter.

Tens of thousands of squatters are currently living along the riverbanks and nearby embankments illegally, causing a narrowing of the rivers and sedimentation due to careless lifestyles.

Jokowi cited the 80-hectare Pluit Dam in North Jakarta as an example, where at least 11,000 squatters have settled.

The depth of the dam — the biggest dam in Jakarta — is now only 3 meters, down from its initial depth of 10 meters.

Earlier this week Deputy Governor Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama visited squatters from Pluit Dam in their temporary shelters, persuading them to relocate to the Marunda affordable apartments that could accommodate 400 families.

He promised that the squatters would not have to bring anything as the units were all fully furbished.

Jakarta Public Works Agency deputy head Novrizal said during the meeting that 31 families were ready to relocate to the apartments.

Jakarta’s recent flooding has caused an estimated Rp 20 trillion (US$2 billion) in losses, according to Jokowi.

Tuesday, January 22, 2013

Berita Banjir Jakarta Dan Pengungsi Wanita

Jakarta, pada Kamis, 17 Januari 2013 seperti yang kami ambil dari sebuah kabar online merdeka.com bahwa Ibu Ani datang untuk melihat kondisi pengungsian. Ibu Ani dengan kawalan kapolri datang secara khusus ke ilayah Kalibata, Jakarta Selatan. Tanpa diduga sebelumnya, Ibu Ani mengagetkan pengungsi yang berada di sekitar tempat pengungsian. Banyak warga yang disapa, seperti Ibu Juliana. Beliau mengatakan baha beliau senang dapat bertemu dengan Ibu Ani Yudhoyono. Ibu Ani mengingatkan agar jangan lupakan ASI untuk anak-anak apalagi disaat seperti Ini
.
Berita Banjir Jakarta Dan Para Pengungsi Wanita

Berita Banjir Jakarta Dan Para Pengungsi Wanita
Berbeda dengan Ibu Juliana yang disapa oleh Ibu Ani. Salah seorang wanita bernama Narsih (lansia) yang berada di kawasan Jatinegara, sempat dikabarkan meninggal dunia saat banjir melanda wilayah tersebut.Namun hal tersebut langsung dibantah. Beliau (narsih) pingsan saat dievakuasi karena ingin bertahan di sebuah rumah.

Berita Banjir Jakarta Dan Para Pengungsi Wanita

Berita Banjir Jakarta Dan Para Pengungsi Wanita
Rata-rata para korban enggan untuk dievakuasi hal tersebut karena pengalaman pada banjir sebelumnya. Banjir sebelumnya para korban banyak kehilangan barang-barang terutama bahan pokok. Tidak hanya itu anak-anak juga menjadi korban atas bencana Ini.

Berita Banjir Jakarta Dan Para Pengungsi Wanita

Berita Banjir Jakarta Dan Para Pengungsi Wanita
Jumlah pengungsi hingga saat ini sekitar 15.423 jiwa,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho”. Semoga saja tidak ada wanita yang kembali terlanytar untuk bencana tahun Ini.

Saturday, January 19, 2013

Banjir di jakarta 2013


Jakarta Governor Joko “Jokowi” Widodo inspects repairs of an embankment in Latuharhari, Central Jakarta


Damage control: Jakarta Governor Joko “Jokowi” Widodo inspects repairs of an embankment in Latuharhari, Central Jakarta, on Friday. The embankment collapsed on Thursday, worsening flooding near the Hotel Indonesia traffic circle. (JP/Ricky Yudhistira) 
Damage control: Jakarta Governor Joko “Jokowi” Widodo inspects repairs of an embankment in Latuharhari, Central Jakarta, on Friday. The embankment collapsed on Thursday, worsening flooding near the Hotel Indonesia traffic circle. (JP/Ricky Yudhistira)

City and local government officials have shifted into high gear as a solution to Jakarta’s flood emergency as forecasts say that the neighborhood can expect monsoon rains this night.

Intense rainfall has been forecast for tuesday for Java, Bali and Nusa Tenggara out of your arrival of the Asian monsoon, while using Meteorology, Climatology and Geophysics Service provider (BMKG).

Exacerbating the state of emergency which has declared in the capital, the BKMG stated that heavy rains, perhaps as much as 30 millimeters, would fall on Jakarta this weekend on it's own.

As residents of Jakarta prepared for ones worst, the National Disaster Mitigation Agency (BNPB) fashioned two response teams, according to BNPB manager Syamsul Maarif.

The first team, light emitting diode by the Public Works Ministry’s directorate for rivers and family friendly beaches, will handle problems associated the city’s rivers. One of the team’s principal task is repairing the damage with the 50-meter section of the West Flood Canal that flattened on Thursday.

After the canal collapsed within Jl. Latuharhari in Menteng, Central Jakarta, surges inundated nearby railway tracks, Jl. Teluk Betung and therefore the major thoroughfares of the Sudirman Central Business Territory, Jl. Jend. Sudirman not to mention Jl. MH Thamrin.

Meanwhile, no cost team, led by the BNPB’s disaster mitigation not to mention logistics divisions, will aid those displaced by the innundation. “The second team has set up 20 soup pools and distributed more than 30, 000 blankets and quince, 000 mats, ” Syamsul proclaimed.

The evacuees would require 372 quite a few rice in coming days, 200 tons of which can be secured.

According to the service provider, 102 subdistricts have been inundated as of Tuesday. More than 97, 000 families and almost 280, 000 people have been affected and more than 18, 000 people have been evacuated. Twelve a lot more died in flood-related incidents in Jakarta, bringing the flood death toll in Greater Jakarta to twenty.

Meanwhile, the Jakarta chapter for the Indonesian Red Cross (PMI) and the city administration need opened field healthcare posts in all five of Jakarta’s cities.

Jakarta administration secretary Fadjar Panjaitan stated that city-owned water company PAM Jaya was working with one of the Jakarta Disaster Mitigation Agency to send tanker trucks to assistance centers to deliver fresh water. Private water small business} PAM Lyonnaise Jaya has also deployed 22 tankers commercial transport.

Singularly, Jakarta Governor Joko “Jokowi” Widodo said the administration would venture all out to repair the damage to the West Flood Canal after he spent most of Friday morning inside the site where it collapsed.

“I need ordered that all available foundation stones be delivered to small the canal. I have also accepted an aid estimate from two private companies, ” the governor proclaimed.

At the collapse site, soldiers out of your Army’s Special Forces Command (Kopassus) were seen joining the to fix the canal.

The business model partially collapsed after exceptionally prolonged and intense rainfall over the last several days in Jakarta and upstream through Bogor.

The rain brought the water tier at the Manggarai sluice in South Jakarta, one of the city’s key flooding bellwether, to 1, 030 centimeters on Thursday, exceeding the highest risk degree 950 centimeters.

The canal overflowed subsequent to receiving runoff from the Ciliwung River.

Nevertheless no appreciable rain fell in Jakarta on Friday, one of the canal continued to overflow due to heavy rains upstream.

Jokowi said that repairs with the canal were expected to be complete next one or two days.

Becak Modifikasi Menerjang Banji

Becak Modifikasi Jadi Favorit Warga Grogol Menerjang Banjir


Becak Modifikasi Jadi Favorit Warga Grogol Menerjang Banjir
TRIBUNNEWS.COM/EKO SUTRIYANTO
 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA Sarana transportasi becak ternyata masih bisa ditemukan di Jakarta. Salah satunya, di lokasi banjir di Jalan Satria, Grogol, Jakarta Barat, Sabtu (19/1/2013),
Pengamatan Tribunnews.com, terlihat beberapa becak yang sudah dimodifikasi, digunakan warga untuk membantu melintasi genangan air di kawasan itu.
Dibandingkan sarana lain untuk menyeberang, becak modifikasi lebih terlihat menarik bagi sebagian warga, untuk membelah banjir setinggi perut orang dewasa.
Posisi kursi yang sudah dimodifikasi, menjadi di atas, memungkinkan penumpang tidak perlu basah-basahan ketika melintasi genangan air. Pemprov DKI Jakarta pada 1988, melarang becak beroperasi di jalan-jalan di DKI.

Hingga Sabtu, Korban Tewas Akibat Banjir 15 Orang

Hingga Sabtu, Korban Tewas Akibat Banjir 15 Orang


Hingga Sabtu, Korban Tewas Akibat Banjir 15 Orang
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Area parkir dan lantai dasar Mega Bekasi Hypermall terendam banjir di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (19/1/2013). Luapan Sungai Bekasi di belakang dan Saluran Tarum Barat (Kalimalang) di samping Mega Bekasi Hypermall membuat operasional mal ini terhenti sejak Rabu (16/1/2013) lalu. Di lantai dasar yang terendam terdapat sekitar 500 kios, toko, dan gerai makanan, minuman, pakaian, mainan, optik, salon, kantor jasa perjalanan, rumah makan, galeri pamer otomotif, kantor layanan bank, mesin ATM, dan arena permainan. KOMPAS/AGUS SUSANTO 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dahsyat di Jakarta terusmeninggal dunia akibat banjir dahsyat di Jakarta terus bertambah. HIngga Sabtu (19/1/2013) malam, jumlah korban meninggal sudah mencapai 14 orang.
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, sampai Sabtu sore, korban yang telah di temukan di basement gedung UOB, Jl MH Thamrin berjumlah empat orang. "Dua orang selamat dan dua orang lagi dalam keadaan meninggal dunia. Dua orang yang selamat telah dirawat di rumah sakit dan kesehatanya berangsur-angsur mulai membaik," tulis Sutopo dalam pesan yang diterima Tribunnews.com.

Satu korban meninggal diketemukan pagi tadi sekitar pukul 05.30 WIB dengan jenis kelamin laki-laki. Pada sore ini tim gabungan kembali menemukan seorang korban tewas atas nama Herdian Eko (27), yang merupakan cleaning service di gedung itu. Herdian ditemukan pukul 15.05 WIB. Kondisi di lokasi, banjir di basement 1 sudah surut, tetapi di basement 2 masih tergenang.

"Dengan demikian jumlah korban meninggal selama banjir Jakarta dari 15 Januari 2013 hingga sekarang sebanyak 15 orang," tulis Sutopo.

Dijelaskan Sutopo, berhembus rumor ada 4 warga Perumahan Taman Permata Indah (TPI), Blok PN 3 RT 14/07, Tubagus Angke, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, dilaporkan tewas akibat menghirup asap genset. Posko BNPB masih melakukan verifikasi berita tersebut ke pihak berwenang.

Hingga saat ini banjir masih menggenangi beberapa wilayah di Jakarta, sebagian besar daerah Pluit mengalami banjir yang bervariasi tingginya hingga 2 meter. Kepala BNPB dan tim BNPB melakukan kunjungan ke lokasi banjir Pluit untuk mengkaji dan mencaro solusi banjir di Pluit dari meluapnya Waduk Pluit.

Perumahan Elit di Karawang Terendam Banjir


bisnis-jabar


BENCANA BANJIR: Perumahan Elit di Karawang Terendam Banjir

KARAWANG–Beberapa perumahan elit di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terendam banjir akibat terus meluapnya sungai Citarum yang berlokasi di daerah tersebut.
Dari pantauan , Sabtu dilaporkan, perumahan elit yang ikut terendam banjir tersebut ialah Perumahan Resinda dan Perumahan Graha Karawang Festival.
Kedua perumahan itu berlokasi di wilayah Kecamatan Karawang Barat.
Ketinggian air di dua perumahan elit itu mencapai sepinggang orang dewasa hingga 1 meter, sehingga para penghuninya terpaksa mengungsi di sejumlah tempat yang lebih aman.
Di sekitar gerbang Perumahan Resinda dan Perumahan Graha Karawang Festival itu sendiri dipadati kendaraan, sehingga mengakibatkan arus lalu lintas menuju lokasi banjir tersendat.
Sejumlah warga setempat mengaku kompleks perumahannya mulai dilanda banjir sejak Sabtu dini hari.
Kondisi itu terjadi akibat Sungai Citarum yang meluap. Warga kemudian langsung mengevakuasi barangnya masing-masing dengan dibantu petugas sejak Sabtu pagi hingga siang.
Selain di dua perumahan elit itu, banjir yang terjadi di Karawang juga melanda sejumlah perumahan lain, seperti Perumahan Bintang Alam, Karaba Indah, Karawang Baru, Karawang Indah, Graha Puspa, Perumnas Bumi Telukjambe, dan perumahan-perumahan lainnya.
Berdasarkan data Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana Karawang, hingga Sabtu siang, banjir di daerah tersebut melanda puluhan desa di 15 kecamatan dari total 30 kecamatan yang ada di daerah tersebut.
Sebanyak 15 kecamatan yang dilanda banjir itu ialah Kecamatan Telukjambe Timur, Telukjambe Barat, Karawang Timur, Karawang Barat, Cikampek, dan Kecamatan Tirtamulya.
Daerah lainnya di Karawang yang dilanda banjir ialah Kecamatan Pakisjaya, Tirtajaya, Pedes, Jatisari, Pangkalan, Batujaya, Tempuran, Cilamaya Wetan, serta Kecamatan Cilamaya Kulon.(Antara/yri

FOTO BULE MAIN AIR BANJIR

FOTO: 2 Bule Bermain Air Saat Banjir Kepung Jakarta

turis asing banjir antara
TURIS ASING BERMAIN BANJIR. Tim Lehman asal Jerman (kiri) bersama rekannya Thomas Hauser asal Swiss bermain di genangan air yang merendam Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (17/1). Banjir yang melanda ibukota dijadikan obyek wisata oleh sebagian warga.(Antara/Fanny Octavianus)
turis asing banjir antara 2
TURIS ASING BERMAIN BANJIR. Tim Lehman asal Jerman bermain di genangan air yang merendam Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (17/1). Banjir yang melanda ibukota dijadikan obyek wisata oleh sebagian warga. (Anatra/Fanny Octavianus)

JOKOWI Akan Evaluasi Keamanan Gedung UOB

JOKOWI Akan Evaluasi Keamanan Gedung UOB

JAKARTA  - Pemprov DKI Jakarta akan melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan gedung UOB Plaza di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

“Saat ini, kita masih fokus evakuasi korban. Kalau banjirnya sudah selesai, kita akan evaluasi sistem keamanan di gedung ini,” kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di Gedung UOB Plaza, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu.

Menurut Jokowi, saat ini yang harus menjadi fokus utama adalah proses evakuasi korban. Setelah evakuasi selesai, lanjut Jokowi, maka baru Pemprov mengevaluasi gedung tersebut.
“Nanti, kita akan mengevaluasi gedung UOB ini. Kita akan mengecek apakah gedung ini sudah sesuai aturan atau belum, dari sistem pengamanan dan lain-lain,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, Pemprov DKI akan mengevaluasi sistem keamanan yang diterapkan di gedung tersebut, diantaranya terkait pengamanan basement, sistem pemadam kebakaran dan sumur resapan.
Berdasarkan pantauan ANTARA di lapangan, saat ini proses evakuasi korban masih berlangsung. Tim SAR masih terus melakukan pencarian korban di basement gedung tersebut.

Jokowi beserta sejumlah stafnya tiba di lokasi pada pukul 10.00 WIB. Hingga saat ini, belum ada informasi pasti jumlah korban yang masih ada di dalam basement itu.
Seperti diketahui, Tim SAR sudah mengeluarkan tiga korban pada Jumat (18/1. Dua di antaranya selamat, sementara satunya meninggal dunia. (antara/ija)

JAKARTA BANJIR: 1 Orang Meninggal di Basement Plaza UOB


JAKARTA – Satu orang korban banjir ditemukan meninggal di “basement” Plaza UOB bernama Abdul Arif Agus sekitar pukul 06.00 Wib.

“Yang terakhir saya ketahui, kemarin yang sudah dievakuasi, satu orang selamat dan dievakuasi satu orang meninggal,” kata Komando Pasukan Katak TNI AL, Letnan Satu Stifel di Plaza UOB Jakarta, Sabtu.

Saat ini, menurut informasi di “basement” masih ada korban lagi dan yang meninggal sudah dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), katanya.

“Saat kami melaksanakan `skin drive` menyelam di ruangan-ruangan dan ditemukan korban sudah mengapung dan diperkirakan korban sudah meninggal sehari,” kata Stifel.
Korban yang meninggal ditemukan terjebak di ruangan, dan ditemukan pasukan katak sudah mengapung di “basement” satu, katanya.

“Air yang masuk dari selokan dan sungai, kondisi keruh, pada saat penyelaman jarak pandang sangat minim, hampir tidak dapat melihat, kami teknik meraba, kami juga memaanfaatkan plafon yang kita jebol, kalau ada rongga, kita melakukan teknik `snorkling` mengecek ruangan-ruangan,” kata Stifel. (antara/ija)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites